Cara Kerja Obat Red Kank

CARA KERJA OBAT / FARMAKOLOGI

Sumber foto dari Shutterstock

CARA KERJA OBAT / FARMAKOLOGI


Hasil Pengujian Praklinik Di Luar Negeri


Cara kerja obat tradisional Red Kank  terhadap penyakit kanker adalah melalui cara sebagai berikut :

  1. Merintangi pembentukan pembuluh darah kapiler baru (angiogenesis) oleh jaringan sel kanker, sehingga pertumbuhan sel kanker terhambat karena kekurangan pasokan makanan / nutrisi. Kemampuan anti angiogenesis obat ini ternyata melebihi khasiat tulang rawan ikan hiu (shark cartilage) yang dewasa ini di Amerika Serikat dan Eropa merupakan primadona pengobatan alternatif bagi penderita kanker dan rheumatik arthritis.
  2. Menghambat pembelahan berlebihan dan liar dari sel dan inti sel kanker, dengan cara menghambat siklus mitosis pada tahap G1 dan G1 + M, sehingga pertumbuhan jaringan kanker menjadi terhalang, dengan demikian lambat laun tumor akan mengecil bahkan menghilang dibasmi oleh sel kekebalan tubuh. Juga berperan dalam kondensasi sitoplasma sel tumor, piknosis dan menghancurkan inti sel tumor (necrosis).
  3. Menghalangi penyebaran jauh (metastasis) dari anak sebar jaringan kanker, melalui cara peningkatan daya tahan organ tubuh lainnya yang belum terhinggapi oleh sel kanker dan membuat millieu atau suasana lingkungan di luar tumor primer menjadi tidak sesuai bagi sel kanker untuk hidup dan berkembang.
  4. Meniadakan dan bahkan menghilangkan kerusakan akibat dampak radiotheraphy, seperti: 
  • Perubahan warna kulit akibat pigmen berlebihan pada daerah kulit yang disinari secara radiologis.
  • Terbentuknya parut akibat fibrosis pada jaringan kulit yang terkena luka bakar yang disebabkan oleh panas radiasi.
  • Penurunan daya pikir dan daya ingat serta koordinasi gerak anggota tubuh.
  • Kesulitan bernafas, kekakuan persendian, perubahan pada kelenjar hypophyse, thyroid atau kelenjar-kelenjar lain sehingga dibutuhkan pengobatan dengan hormon untuk jangka waktu lama yang akan menimbulkan dampak-dampak lainnya.
  • Mulut kering yang disertai rasa haus yang hebat, kehilangan rasa pengecapan, kerusakan gigi dan gusi, juga peradangan selaput lendir (mukosa) tubuh yang disebabkan oleh efek sampingan negatif dari radiotheraphy.
  • Akibat-akibat negatif lainnya dari radiotheraphy seperti kelainan pada ginjal atau hati, kesulitan menelan, sakit leher, kelelahan / fatigue, suara parau, batuk-batuk, hidung mampat, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan bahkan buta, pusing-pusing, migrain, mual, mata kering atau sterilisasi dan impotensi dan lain-lain.
  • Yang paling celaka adalah kanker sekunder akibat radiotheraphy atau chemotheraphy.
  1. Membantu dan meningkatkan secara sinergis daya kerja obat chemotherapi dan sekaligus membersihkan/menetralisir racun-racun kimiawi yang disebabkan oleh pemberian chemotherapi, dengan cara pengikatan biokimiawi secara antidotis, diuretis dan purgatif atau peningkatan ekskresi tubuh.
  2. Mengurangi bahkan meniadakan dampak samping negatif pada pemberian chemotherapi, seperti kerontokan rambut, botak permanen, penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, diarea, mual, muntah, lesu, keletihan luar biasa, pucat, pusing-pusing, anemia, kehilangan gairah hidup, impotensi, sterillisasi dan lain-lain.
  3. Meningkatkan stamina dan berat badan serta daya tahan tubuh (kekebalan/imunitas) pada penderita kanker sehingga memberi kesempatan kepada darah putih / leukosit terutama limfosit untuk melawan pertumbuhan penyakit kanker.
  4. Mengurangi, mengatur atau menekan reaksi tubuh yang menumbuhkan sel kanker, juga membuat sel kanker menjadi rapuh sehingga mudah dirusak oleh respons kekebalan tubuh, serta mengubah pola pertumbuhan sel kanker sehingga kembali menjadi berperilaku sebagai sel normal biasa dengan cara membendung dan memutar balik proses yang mengubah sel normal atau sel prekanker menjadi sel kanker.
  5. Mencegah munculnya atau kambuhnya (rekurens) penyakit kanker dengan cara-cara seperti tersebut di atas, jika dipakai sebagai tindakan pencegahan / preventif.
  6. Mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa sakit atau nyeri pada bagian yang terkena kanker atau mengurangi dan menghilangkan keadaan tidak enak badan (malaise) dan dampak lain dari penyakit kanker, sehingga penderita dapat lebih mudah mencurahkan perhatian pada upaya pengobatan dan dapat lebih teratur menjalani pengobatan.
  7. Memperbaiki keadaan umum penderita dengan cara antara lain meningkatkan nafsu makan serta membuat penderita enak tidur atau mudah terlelap, sehingga selanjutnya kegairahan hidup penderita dapat meningkat secara pesat yang pada gilirannya akan memudahkan tindakan pengobatan dan penyembuhan.
  8. Mengobati penyakit-penyakit lainnya yang sering menyertai penyakit kanker seperti infeksi yang disertai peradangan dan demam, yang dapat disebabkan oleh depresi yang diakibatkan kegalauan bathin, atau oleh lemahnya daya kekebalan tubuh, juga akibat reaksi immunologis atau ketidakseimbangan hormonal akibat tumor pada kelenjar-kelenjar tertentu. Dengan demikian, keadaan dan kenyamanan penderita dapat ditingkatkan secara cukup fantastis, karena pertahanan tubuh dapat berkonsentrasi pada penggempuran terhadap sel-sel kanker dan keadaan psikis penderita menjadi segar dan prima yang sangat berguna bagi perlawanan terhadap penyakit kanker.

Red Kank Super